LinkGrand.com

Apakah Tuhan Menciptakan Kejahatan?

Apakah Tuhan menciptakan segala yang ada? Apakah kejahatan itu ada? Apakah Tuhan menciptakan kejahatan?

Seorang Profesor dari sebuah universitas terkenal menantang mahasiswa-mahasiswanya dengan pertanyaan ini, “Apakah Tuhan menciptakan segala yang ada?”.

Seorang mahasiswa dengan berani menjawab, “Betul, Dia yang menciptakan semuanya”. “Tuhan menciptakan semuanya?” Tanya professor sekali lagi. “Ya, Pak, semuanya” kata mahasiswa tersebut.

Profesor itu menjawab, “Jika Tuhan menciptakan segalanya, berarti Tuhan menciptakan Kejahatan. Karena kejahatan itu ada, dan menurut prinsip kita bahwa pekerjaan kita menjelaskan siapa kita, jadi kita bisa berasumsi bahwa Tuhan itu adalah kejahatan.”

Mahasiswa itu terdiam dan tidak bisa menjawab hipotesis professor tersebut. Profesor itu merasa menang dan menyombongkan diri bahwa sekali lagi dia telah membuktikan kalau agama itu adalah sebuah mitos.

Mahasiswa lain mengangkat tangan dan berkata, “Profesor, boleh saya bertanya sesuatu?”

“Tentu saja,” jawab si Profesor

Baca selengkapnya »

1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars (1 votes, average: 3 out of 5)
Loading ... Loading ...

Kita Harus Belajar

Kita Harus Belajar
(diambil dari buku “Dari Pasir menjadi Mutiara”)

Kita harus belajar,
bahwa kita tidak dapat memaksa orang lain bersikap baik pada kita tapi kita bisa memilik bersikap baik pada mereka.

Kita harus belajar,
bahwa orang yang berbuat jahat pada kita adalah orang yang bisa memperkuat sisi terbaik dari kita.

Kita harus belajar,
bahwa sebaik-baiknya orang lain mereka pasti pernah melukai perasaan kita, dan untuk itu kita harus memaafkan mereka.

Kita harus belajar,
bahwa mengampuni diri sendiri dan orang lain tidak saja membebaskan kita dari rasa bersalah, tetapi juga memperbesar hati dan jiwa kita.

Kita harus belajar,
bahwa lingkungan dapat merusak diri kita tetapi kitalah yang bertanggung jawab penuh atas semua tindakan kita.

Kita harus belajar,
bahwa tidaklah penting apa yang kita miliki tetapi yang penting adalah siapakah kita sebenarnya dan untuk apa kita hidup di dunia ini.

Kita harus belajar,
bahwa tak penting apa yang kita alami yang penting adalah bagaimana kita bersikap dan bagaimana kita memilih respon.

Kita harus belajar,
bahwa semua jenis penderitaan dan kekecewaan adalah rahmat yang mengenakan topeng yang bertujuan untuk membangun diri kita.

Kita harus belajar,
dari kegagalan, keberhasilan, dan setiap usaha yang kita lakukan, untuk menjadi sebuah mutiara.

1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars (2 votes, average: 4 out of 5)
Loading ... Loading ...

Kisah Sepotong Kue

Seorang wanita sedang menunggu di bandara suatu malam. Masih ada beberapa jam sebelum jadwal terbangnya tiba. Untuk membuang waktu,ia membeli buku dan sekantong kue di toko bandara, lalu menemukan tempat untuk duduk. Sambil duduk wanita itu membaca buku yang baru saja dibelinya.

Dalam keasyikannya, ia melihat lelaki disebelahnya dengan begitu berani mengambil satu atau dua dari kue yang berada diantara mereka. Wanita tersebut mencoba mengabaikan agar tidak terjadi keributan. Ia membaca, mengunyah kue dan melihat jam.Sementara si Pencuri Kue yang pemberani menghabiskan persediaannya.

Ia semakin kesal sementara menit-menit berlalu. Wanita itupun sempat berpikir: “Kalau aku bukan orang baik sudah kutonjok dia!”.

Setiap ia mengambil satu kue, si lelaki juga mengambil satu. Ketika hanya satu kue tersisa, ia bertanya-tanya apa yang akan dilakukan lelaki itu. Dengan senyum tawa di wajahnya dan tawa gugup, si lelaki mengambil kue terakhir dan membaginya dua.

Si lelaki menawarkan separo miliknya sementara ia makan yang separonya lagi. Si wanita pun merebut kue itu dan berpikir : “Ya ampun orang ini berani sekali, dan ia juga kasar malah ia tidak kelihatan berterima kasih”. Belum pernah rasanya ia begitu kesal. Ia menghela napas lega saat penerbangannya diumumkan.

Ia mengumpulkan barang miliknya dan menuju pintu gerbang. Menolak untuk menoleh pada si “Pencuri tak tahu terima kasih”. Ia naik pesawat dan duduk di kursinya, lalu mencari bukunya, yang hampir selesai dibacanya. Saat ia merogoh tasnya, ia menahan nafas dengan kaget.

Disitu ada kantong kuenya, di depan matanya!!! Koq milikku ada disini erangnya dengan patah hati.

Jadi kue tadi adalah milik lelaki itu dan ia mencoba berbagi. Terlambat untuk minta maaf, ia tersandar sedih. Bahwa sesungguhnya dialah yang kasar, tak tahu terima kasih. Dan dialah pencuri kue itu!

Dalam hidup ini kisah pencuri kue seperti tadi sering terjadi.
Kita sering berprasangka dan melihat orang lain dengankacamata kita sendiri serta tak jarang kita berprasangka buruk terhadapnya.

Orang lainlah yang selalu salah
Orang lainlah yang patut disingkirkan
Orang lainlah yang tak tahu diri
Orang lainlah yang berdosa
Orang lainlah yang selalu bikin masalah
Orang lainlah yang pantas diberi pelajaran

Padahal

Kita sendiri yang mencuri kue tadi
Kita sendiri yang tidak tahu terima kasih.

Kita sering mempengaruhi, mengomentari, mencemooh pendapat, penilaian atau gagasan orang lain. Sementara sebetulnya kita tidak tahu betul permasalahannya.

1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars (3 votes, average: 3.67 out of 5)
Loading ... Loading ...

Kekuatan Wawancara

Di bawah ini adalah tips untuk para agen asuransi jiwa dalam melakukan wawancara dengan prospek. Tips-tips ini disampaikan oleh seorang agen asuransi jiwa top di amerika yang telah meraih MDRT.

  1. Jika telah mendapatkan janji wawancara, jangan sampai kehilangan. Maksudnya adalah Anda harus menepati janji Anda, jangan sampai Anda datang terlambat karena itu akan terlihat sangat buruk di mata prospek.
  2. Kendalikan semua dengan baik dan tenang. Jangan ciptakan suasana yang membuat anda tertekan. Jangan terlalu memaksakan diri untuk menjual. Apabila prospek merasa penjualan lebih penting bagi anda daripada pembelian oleh mereka, mereka tidak akan membeli. Intinya jangan memaksa untuk menjual, karena prospek tidak senang dipaksa.
  3. Gunakan penekanan kuat dengan cara yang lembut. Ceritakan manfaat yang akan mereka dapatkan, bukan keuntungan. Sampaikan juga tentang makanan, pendidikan, anak-anak serta tempat tinggalnya. Hal0hal seperti ini akan mempermudah meluluhkan hati prospek.
  4. Ungkapkan kejujuran kepada prospek. Jadikan kematian sebagai topik yang selalu ada saat wawancara berlangsung. Karena kematian selalu ada. Setiap orang tahu suatu saat mereka akan meninggal. Kehadiran anda di rumah mereka adalah untuk melindungi prospek ketika kematian datang menjemput.
  5. Baca selengkapnya »

1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars (1 votes, average: 3 out of 5)
Loading ... Loading ...

Network Marketing vs. Multi Level Marketing

Banyak orang yang menyamakan Multi Level Marketing (MLM) dengan Network Marketing (NM). Menurut saya, hal itu kurang tepat, karena MLM merupakan bagian dari NM. Namun tidak sebaliknya, NM bukanlah MLM.

Kalau di MLM, kita harus merekrut downline untuk mengembangkan bisnis kita. Ini yang banyak kita temui di dalam perusahaan-perusahaan yang menerapkan sistem MLM untuk pemasaran produknya.

Namun tidak demikian dengan NM. Di NM, kita tidak mutlak harus merekrut downline. Siapa pun bisa menerapkan NM untuk memasarkan produk dan jasanya. Dalam NM, kita memanfaatkan relasi yang kita miliki. Contohnya, pemilik showroom mobil mengumumkan kepada relasinya (keluarga dan teman-temannya) bahwa dia buka showroom mobil, supaya mereka kalau akan beli mobil, belinya di showroom dia. Nah, dia juga meminta kepada relasinya tersebut supaya mereka mau memberitahu kepada teman-temannya lagi supaya beli mobil di showroomnya.

Baca selengkapnya »

1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars (No Ratings Yet)
Loading ... Loading ...

Butterfly Story

Seorang pria menemukan sebuah kepompong. Ketika suatu saat kepompong tersebut mulai sedikit embuka, pria tersebut duduk dan mengamati kupu-kupu dalam kepompong tersebut selama beberapa jam. Kupu-kupu itu berupaya sekuat tenaga untuk memaksa agar dirinya dapat keluar dari sebuah lubang yang sangat kecil pada kepompongnya.

Kemudian, kupu-kupu tersebut berhenti dan tidak membuat suatu kemajuan. Tampaknya kupu-kupu tersebut telah sampai pada titik dimana ia tidak dapat meneruskan upayanya lagi. Lalu pria itu memutuskan untuk menolong sang kupu-kupu.

Ia mengambil sebuah gunting dan memotong sisa kepompong tersebut. Kupu-kupu itu lalu berhasil keluar dengan mudah. Namun sayangnya kupu-kupu itu memiliki tubuh yang panjang dan kecil, serta sayap yang kusut. Pria itu terus mengamati kupu-kupu itu sambil berharap bahwa suatu ketika sayap-sayapnya akan membesar dan melebar, sehingga kupu-kupu itu dapat menahan beban tubuhnya, yang dapat berubah menjadi lebih kecil jika telah tiba saatnya.

Baca selengkapnya »

1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars (1 votes, average: 1 out of 5)
Loading ... Loading ...

Kredit, pasti disetujui?

Belum lama ini saya ngobrol dengan seorang bapak yang baru saya kenal. Dia mengeluh karena pengajuan kreditnya di salah satu bank terbesar Indonesia ditolak. Belum saya tanya kenapa ditolak, dia bilang bahwa dia sudah puluhan tahun jadi nasabah bank tersebut, dan bahwa dia adalah pejabat di salah satu instansi pemerintahan.

Nah, begitu dia “mengagung-agungkan” dirinya, saya langsung jadi malas komentar. Saya cuma bilang “iya iya” saja. Saya pikir tidak ada gunanya berargumen dengan orang seperti itu, orang yang tipenya tidak mau kalah dan berpikir bahwa dirinya selalu benar.

Padahal, pasti ada sesuatu hal yang membuat bank tersebut menolak pengajuan kredit si bapak. Walaupun dia sudah puluhan tahun menjadi nasabah, tidak menjamin kreditnya pasti disetujui dong? Kalau rekening dia saldonya cuma ratusan ribu rupiah dan dia mengajukan kredit yang puluhan juta, apa disetujui? Saya yakin tidak. Apalagi dia mengajukan kredit ke bank, yang sudah pasti jauh lebih berhati-hati dalam mengucurkan kredit untuk menghindari adanya kredit macet. Kredit macet dapat mempengaruhi kinerja bank.

Jadi, kalau mau mengajukan kredit, jangan terlalu banyak berharap bahwa pengajuan kredit Anda akan disetujui. Banyak pertimbangan dan analisa dalam proses approval kredit bank. Kecuali jika Anda adalah prime customer bank tersebut, bolehlah berharap lebih banyak, walaupun itu juga tidak menjamin.

Kembali ke si bapak, setelah dia selesai berkeluh kesah, saya hanya bilang, “Pak, coba saja ke bank lain.” Kemudian saya langsung pamit dan meninggalkannya. Mungkin seharusnya saya kasih sedikit penjelasan seperti di atas, tapi melihat orangnya seperti itu, jangan-jangan nanti malah jadi ribut kalau dia tidak terima dengan perkataan saya.. jadi yah sudahlah.. :D

1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars (1 votes, average: 3 out of 5)
Loading ... Loading ...

Penyerap vs Pemancar Energi

Dalam setiap organisasi, selalu ada 2 tipe orang seperti ini:

  • Penghisap Energi
    Orang dengan tipe seperti ini memiliki karakteristik:

    • Fokus pada mengambil, mengeluh, menyalahkan, memaki, sumpah serapah dan menebar isu.
    • Pemercik api.
    • Penurun motivasi.
    • Ketakutan mental.
    • Reaktif.
    • Disintegrasi.
    • Menderita.
  • Pemancar Energi
    Orang dengan tipe seperti ini memiliki karakteristik:

    • Fokus pada tujuan dengan penuh tanggung jawab dan dapat diandalkan.
    • Selalu berbicara yang baik kepada orang lain.
    • Pemecah masalah.
    • Meningkatkan motivasi.
    • Mentalitas yang baik.
    • Proaktif.
    • Menciptakan.
    • Bahagia.

Nah, Anda mau jadi orang dengan tipe yang mana? Penghisap energi atau pemancar energi? Pemancar energi tentunya ya.

1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars (No Ratings Yet)
Loading ... Loading ...

Kejadian Seorang Sahabat

Seperti certa sebelumnya, Cerita Untuk Diingat, cerita di bawah ini sangat baik terutama untuk Anda yang berprofesi sebagai agen asuransi jiwa. Bagi Anda yang belum memiliki atau berpikir untuk membeli polis asuransi jiwa, renungkanlah cerita ini. Cerita ini diceritakan oleh Umberto A. Palo, seorang agen asuransi di Amerika yang telah mencapati MDRT.

Berikut cerita tentang John, sahabat saya sejak kecil. Kami tumbuh bersama, bermain bersama, sekolah bersama. Setelah wisuda, saya melanjutkan pekerjaan sebagai pengajar sedangkan dia menjadi seorang akuntan yang sukses.

Dia agak terlambat menikah, tetapi untungnya segera dikaruniai 3 anak lagi-laki, berusia 6, 4 dan 1 tahun. John merencanakan memberikan anak-anaknya pendidikan terbaik hingga perguruan tinggi.

Suatu saat saya berkunjung ke rumahnya untuk membicarakan asuransi. Saya duduk dan mulai merancang sebuah program untuknya.

Dia termasuk prospek yang alot untuk diajak wawancara. Banyak ide yang bertentangan yang dia ajukan. Menurutnya investasi pada saham perusahaan dapat menghasilkan keuntungan lebih banyak. Saya bersikeras bahwa asuransi tidak dapat dibandingkan seperti itu. Tidak ada pengganti bagi asuransi. Saya sampaikan juga bahwa tanpa asuransi, semua rencana untuk anak-anaknya tidak terjamin dengan aman.

Hampir 6 bulan saya berusaha, hingga akhirnya dia setuju. Permohonan asuransinya senilai Rp 500 juta disetujuinya. Baginya bukan masalah untuk membayar premi asuransi polis sebesar itu, tetapi ketika saya datang kembali untuk menandatangani kontrak dia meminta saya untuk menunggu sampai dia punya waktu untuk melakukannya.

Baca selengkapnya »

1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars (No Ratings Yet)
Loading ... Loading ...

Menjadi Agen Asuransi Jiwa

Bekerja menjadi agen asuransi jiwa menjanjikan penghasilan yang besar, sangat besar, tidak terbatas, hanya dibatasi oleh usaha kita saja. Banyak sekali agen asuransi jiwa yang punya penghasilan puluhan bahkan ratusan juta rupiah per bulan. Jauh di atas gaji direktur sebuah perusahaan. Kerjanya juga enak, tidak ada jam kantor, serba bebas. Asal jangan kebablasan bebas sehingga malah bebas main, bukannya kerja.

Kenapa penghasilan para agen asuransi jiwa bisa begitu besar? Jawabannya adalah komisi yang besar. Tentu besar komisi ini berbeda-beda untuk setiap produk dan setiap perusahaan asuransi jiwa, tapi rata-rata komisi agen asuransi jiwa itu sekitar 30% dari premi dasar yang dibayarkan nasabah. Jadi kalau ada nasabah yang setuju untuk membeli asuransi dengan premi dasar Rp 100 juta, anda bisa dapat komisi sampai dengan Rp 30 juta! Jangan lupa dipotong pajak ya.. :D Bagi yang belum mengerti mengenai premi dasar, silakan klik di sini untuk melihat penjelasannya.

Baca selengkapnya »

1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars (3 votes, average: 1.33 out of 5)
Loading ... Loading ...